Berita

Enam Pertanyaan Besar Jelang Musim Baru MotoGP 2017

Race MotoGP 2017 akan segera dimulai dalah hitungan hari, dengan seri pembuka akan digelar tanggal 26 Maret di sirkuit Losail Qatar. ada beberapa pertanyaan kunci yang mungkin sobat MotoGPStar pikirkan jelang MotoGP, Apa saja itu mari kita bahas …

Bisakah Marc Marquez mempertahankan gelarnya?

Marc Marquez sedang mengincar gelar juaranya yang ke empat dalam waktu 5 tahun, pembalap asal Spanyol ini berhasil merebut kembali tahta juara dunia MotoGP dari Jorge Lorenzo pada tahun tahun 2016.

Marc Marquez terlihat puas dengan Motor Repsol Hondanya selama tes pra musim bila dibandingkan dengan 12 bulan yang lalu, meskipun pembalap 24 tahun ini sempat beberapa kali crash. yang merupakan pertanda baik bagi para pesaingnya.

Dengan 1 kali menjadi juara dan 2 kali dua podium dari empat balapan MotoGP di Qatar, Marquez percaya dia akan menjadi juara di seri sirkuit Losail. Namun rekan setimnya Dani Pedrosa mungkin memiliki sesuatu untuk dikatakan tentang itu.

Baby Samurai menjadi pembalap yang bersinar selama tes pra musim, Pedrosa menjadi salah satu dari 2 pembalap yang berada di posisi lima besar secara keseluruhan di Sepang, Phillip Island dan Losail.

Salah satu pembalap yang paling berpengalaman di ajang MotoGP, Pedorsa menjalani awal yang sulit awal musim tahun lalu, tapi kemenangan di Misano San Marino tampaknya menjadi titik balik dan Pembalap Repsol Honda ini meneruskan momentum ke musim 2017.

 

Apahkah ini tahunya Maverick Vinales jadi Juara Dunia MotoGP ?

Maverick Vinales menjadi perhatian banyak penggemar MotoGP dan menjadi beri utama selama ter pra-musim, Pembalap baru Movistar Yamaha ini menjadi pemuncak di setiap tes.

Setelah 2 tahun kesuksesannya di bersama Suzuki, dimana dia berhasil mendapatkan juara seri MotoGP di Sirkuit Silverstone Inggris pada tahun 2016, popularitas pembalap 22 tahun ini meningkat cepat.

Membandingkannya dengan Marquez tak dapat dihindarkan, namun Vinales menjadi dirinya sendiri dengan karakter balapnya yang berbeda serta beradaptasi cepat dengan motor Yamaha.

Bersama dengan pemegang gelar juara 9 kali Valentino Rossi tidak membuatnya gentar.

Yamaha mungkin berencana untuk mencari penerus The Doctor dengan merekrut Vinales di awal karir MotoGP-nya, Tapi tak diragukan lagi bahwa Rossi tahun ini membidik gelar juara dunia MotoGP untuk yang ke 10-nya.

Setelah finis di posisi ke 2 tahun lalu, Sang legenda hidup MotoGP bermasalah dengan grip motornya pada tes pra musim, tapi Rossi merupakan spesialis balapan hari minggu, yang diprediksi akan bertarung mendapatkan juara seri Qatar 2017 mengulangi kemenangan pada tahun 2015

 

Dapatkah Jorge Lorenzo beradaptasi dengan Ducati ?

Nasib Lorenzo untuk gelar juara dunia mungkin yang paling menarik , bagaimana dia berusaha mendapatkan kecepatan dan konsistensi dari Ducati.

Tidak diragukan lagi Lorenzo akan menjadi pembalap no satu di tim Ducati yang akan di bantu oleh Dovizioso, tetapi harapan yang besar akan berada pada pundak Lorenzo.

Jorge Lorenzo telah menghabiskan tes pra-musim beradaptasi dengan lingkungan barunya dan finis di posisi ke 4 pada tes terakhir merupakan suatu kemajuan untuk pembalap Spanyol ini.

Hanya mantan rekan setimnya Rossi yang pernah memenangkan balapan kelas utama secara back-to-back dengan pabrikan yang berbeda, tapi Lorenzo mempunyai rekor catatan waktu di sirkuit Losail yang akan membuat peluangnya terbuka.

Pembalap 29 tahun ini 3 kali juara seri MotoGP Qatar dan dikombinasikan dengan rekor podium Ducati, era baru bisa dimulai dengan hasil yang sama untuk Lorenzo.

 

Dapatkah rekor 9 juara seri yang berbeda tahun lalu akan terpecahkan ?

Dengan Juara dunia paling banyak berkumpul dalam satu grid pada musim 2017, 10 pembalap dengan 29 gelar secara keseluruhan, memungkinkan kita berharap ini akan menjadi tahun yang luar biasa untuk balapan motor MotoGP.

Selain pesaing yang terkenal diatas, Pembalap Ducati Andrea Dovizioso menjadi yang terlihat paling memungkinkan mencuri kesempatan mendapatkan gelar juara dunia.

Tahun ini juga ada 4 rookie yang naik kelas ke kelas premier MotoGpP, mereka adalah Sam Lowes, Johann Zarco, Alex Rins and Jonas Folger.

Zarco merupakan juara dunia Moto2 yang berhasil mempertahankan gelar juara dunia Moto2 2 tahun berturut-turut yang berusaha mendapatkan gelar Rookie of The Year, begitu pula dengan 3 pembalap lainnya.

Dengan pembalap seperti Jack Miller, Andrea Iannone dan Cal Crutchlow yang berhasil menjadi juara seri tahun lalu, Kita bisa berharap ada kejutan pembalap yang tak terduga naik di atas podium lagi.

 

Apa yang dapat kita harapkan dari pembalap Inggris ?

Ada representasi Inggris yang kuat di grid musim ini, dengan 4 dari 23 pembalap yang berasal dari Inggris mereka adalah Cal Crutchlow, Sam Lowes Scott Redding dan Bradley Smith.

Crutchlow memiliki musim yang hebat pada tahun 2016 dengan 2 kali juara seri, 2 kali podium dan finis di posisi ke 7 klasemen akhir, membuatnya menjadi pembalap pertama dari Inggris yang diharapkan mampu bersaing dengan pembalap top lainya.

Redding menjadi runner-up persaingan pembalap dari Britania Raya tahun lalu, setelah mampu finish podium kedua di kelas utama, dan Pramac Racing telah berbicara tentang “potensi” motornya di tahun 2017.

Smith telah meninggalkan Tech 3 Yamaha untuk bergabung dengan tim pabrikan KTM yang baru terbentuk, dia benar-benar nyaman dengan motor barunya.

Lowes akan memulai debut rookienya di Qatar, pembalap yang naik kelas dari Moto2 ini mentargetkan 10 besar.

 

Apahkan ada perubahan aturan ?

Perubahan besar untuk 2017 adalah pelarangan winglet, hal itu menjadi topik pembicaraan, dengan fans dan komentator membahas Winglet sepanjang tahun.

Tim-tim MotoGP pun berusaha membuat fairing baru dengan aerodinamika yang cocok untuk motornya dengan penggunaan Aero fairing – winglet tersembunyi di dalam fairing yang telah ditunjukan dalam tes pra-musim.

Ducati “Hammerhead” tidak diragukan lagi yang paling radikal dari perubahan fairing sebelumnya, dengan bagian depan sepeda sepenuhnya didesain ulang.

Ducati menunjukkan desain baru ini kepada publik dalam tes pramusim terakhir di Qatar, seperti Marquez dengan motor Honda, sementara Yamaha dan Suzuki memberikan pembalap lebih banyak waktu beradaptasi dengan internal winglet mereka.

Michelin telah mengolah data hasil dari MotoGP tahun lalu, mereka meiliki banyak data untuk mengembangkan ban depan slick.

Sebuah prototipe ban digunakan dalam lomba akhir 2016 di Valencia dengan hasil yang mengesankan dan perusahaan ban Perancis yakin setiap masalah teething telah diselesaikan.

Tags

eroy_id

Saya adalah pencinta otomotif khususnya dunia MotoGP, selain sebagai Penulis di motogpstar.com saya juga bekerja disalah satu e-commerce Indonesia. Pertama Kali menyukai MotoGP pada saat umur 15 tahun ketika di SMP.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close