Info MotoGP

Fungsi Pemakaian Winglet Pada Motor MotoGP

Winglet

Akhir-akhir ini winglet menjadi bahan perbincangan yang hangat diantara pembalap MotoGP, yang paling kentara adalah pada saat insden Ianone dengan Marquez ketika itu winglet Ianone menabrak kamera on board pembalap Honda hingga patah. sehinggga memunculkan kontroversi pantas atau tidaknya winglet digunakan pada motor.

 

MotoGP-insiden-winglet-ianone-menambrak-marc-marquez

 

Jika di kelas Moto2 dan Moto3 winglet sudah dihapus, tidak demikian di kelas tertinggi yang masih pro kontra dengan alasan keselamatan pembalap. Valentino Rossi, Marc Marquez, dan Dani Pedrosa adalah segelintir pembalap yang mengklaim winglet tidak perlu digunakan. dan sebagian pembalap lainnya setuju winglet tetep dipasang pada motor seperti Jorge Lorenzo yang menunjukan perfoma yang bagus dengan penggunaan winglet.

 

Berikut pendapat beberapa pembalap tentang winglet :

Valentino Rossi, secara blak-blakan mengakui kalau dirinya bukan penggemar berat sayap aerodinamika atau winglet tersebut “Saya tidak suka winglet karena jelek! Lagipula saya tak merasakan adanya pengaruh. Selain itu, ketika melaju di kecepatan tinggi, winglet ini sering kali menimbulkan turbulensi. Saat Anda mengekor di belakang motor dengan winglet yang besar, motor Anda akan kehilangan keseimbangan,” dan juga menambahkan “Saya tidak tahu apakah winglet ini akan membuat perbedaan dan mempengaruhi tingkat keselamatan. Jika winglet-nya kecil, saya rasa tidak terlalu berbahaya. Tapi, intinya saya tetap tidak suka!

Dani Pedrosa, menyerukan agar MotoGP melarang penggunaan komponen sirip aerodinamika tambahan atau winglets tersebut demi alasan keselamatan, hal itu disampaikan menyusul tabrakan antara dia dengan Dovizioso di Austin, Texas, pada balapan yang lalu.

Marc Marquez, juga mengatakan tidak senang dengan pemakaian sayap pada motornya dan berharap untuk seri balapan selanjutnya seluruh motor tidak lagi disuruh untuk menggunakan sayap pada kedua sisinya.

Jorge Lorenzo, justru merasa teknologi Aerodynamic Winglet sesungguhnya adalah strategi jadul dari tim Yamaha sekitar lima belas tahun lalu. Dimana saat itu, Carlos Cecha dan Max Biaggi menggunakannya namun dinilai kurang memberi dampak positif. “Penampilan mereka kurang begitu menanjak selama beberapa tahun pasca menggunakannya. Tetapi kami akan mencobanya lagi saat latihan dan balapan musim ini,” juga menambahkan “Kami masih belum yakin dan harus melihat telemetri. Saya merasa tidak ada perbedaan besar, tapi jika itu bisa memberikan keuntungan sedikit itu akan lebih baik.” tambah Lorenzo.

Pendapat Espargaro tentang winglet yang diberitakan Crash “Pada daerah Sito Pons di Jerez, di tikungan tersebut anda bisa merasakan ada kemungkinan anti-wheelie karena adanya winglet,”

“Winglet membuat Anda mengurangi risiko wheelie pada ban dan memiliki kekuatan cukup untuk menghadapi tikungan. Winglet tak hanya berguna di lintasan ini tetapi juga di Mugello dan Aragon. Selain itu winglet juga membuat pembalap lebih mudah mengontrol motor,” tandasnya.

 

Arti Winglet

Winglet jika menurut kamus Oxford adalah a little wing atau jika dalam bahasa indonesia sayap kecil.

Ya sayap kecil yang menempel pada fairing motor. 🙂

 

Sejarah Winglet

Winglet pertama kali digunakan tim Yamaha pada era 500cc 2 tak, Sayangnya, Saat digunakan dulu, hasilnya kurang signifikan sehingga pengembangannya dihentikan, dan kembali menggunakan fairing biasa pada umumnya.

Di era sekarang Ducati menjadi pioner penggunaan winglet pada MotoGP yang dimulai pada tahun 2010 dan yang paling kentara adalah penggunaan winglet pada tahun 2015 yang dipasangkan kepada motor Desmosedici GP15. yang kemudian diikuti oleh motor lainnya sepertri Yamaha, Honda, Suzuki.

motogp-winglet
Winglet Yamaha, Ducati dan Honda

 

Winglet Suzuki
Winglet Suzuki

 

Pengaruh winglet pada motor

Penggunaan winglet dikatakan akan membantu dalam hal kecepatan dan dapat meningkatkan nilai aerodinamis tungangan para pembalap, winglet menurunkan kejadian wheelie sekaligus meningkatkan kepercayaan diri pembalap untuk full throttle saat keluar tikungan. Sehingga semakin memperpendek lap time di sektor-sektor tikungan. Top speed turun tapi semakin cepat (laptime semakin kecil). Karena sebab itulah ducati menggunakan winglet yang cukup ekstrim 6 buah winglet dengan dimensi cukup besar.

Dan dengan “kontribusi positif” penggunaan winglet, seorang Valentino Rossi yang sebelumnya memprotes keras keberadaan winglet, pada akhirnya menggunakan juga. Dan terbukti menjadi yang tercepat, meraih pole position dan juara di jerez. Dan honda merasa tidak perlu sungkan lagi memasang winglet, tidak tanggung-tanggung padang 6 winglet sekaligus, dan nyatanya marquez jadi yang tercepat.

Sementara menurut Matteo Guerinoni yang saat ini jadi komentator siaran langsung MotoGP di TV Nasional mengatakan bahwa winglet memberikan efek downforce (gaya tekan ke bawah) pada ban depan sehingga meningkatkan traksi, meski winglet penting, tapi pada dasarnya itu tergantung kinerja motor. “Ducati pertama kali yang pakai. Itu karena dia motornya luar biasa sulit dikontrol”

Update : Winglet MotoGP Dilarang Pada Tahun 2017

Pada tanggal 11 Septemeber 2016 seusai GP San Marino aturan penggunaan Aerodinamika dipublikasikan dimana untuk fairing atau winglet sudah dilarang untuk seluruh tim yang berlaga pada ajang MotoGP, Moto2, dan Moto3, Inilah aturannya :

”Komponen atau bagian yang menempel fairing atau bodi dan tidak terintegrasi dengan garis atau bodi (sayap, sirip, tonjolan dan lainnya), yang punya efek aerodinamika (menambah daya tekan, mengubah arah angin dan lain sebagainya), tidak diperbolehkan,”

 

Itulah sekilas tentang winglet pada motor di MotoGP

Jadi bagaimana menurut sobat MotoGP, perlu atau tidak penggunaan Winglet pada motor?

Tags

eroy_id

Saya adalah pencinta otomotif khususnya dunia MotoGP, selain sebagai Penulis di motogpstar.com saya juga bekerja disalah satu e-commerce Indonesia. Pertama Kali menyukai MotoGP pada saat umur 15 tahun ketika di SMP.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close